Sejarah dan Profil Manchester City FC

Sejarah dan Profil Manchester City FC

Akhir-akhir ini nama Manchester City sedang naik daun di kancah Liga Premier Inggris. Sejak kepemilikannya berada di tangan Seikh Mansour, klub ini memang menjadi klub kaya dengan kekuatan finansial tanpa batas. Sumber daya tak berbatas inilah yang menjadikan Manchester City dapat melakukan pembelian pemain dengan mahar besar untuk mengisi line up pemain mereka. Jadi, wajar saja jika Manchester City menjadi salah satu klub Big Five di Premier League.

Manchester City Football Club memiliki julukan Teh Citizens atau sering juga disebut Man City merupakan klub Liga Primer Inggris yang berada satu kotan dengan Manchester United dan bermarkas di Stadion Etihad, Manchester. Man City merupakan salah satu klub yang memprakarsai terbentuknya Premier League di tahun 1992, tapi karena prestasi yang buruk klub satu ini pernah terlempar dari kasta teratas Liga Inggris tersebut.

Awal Mula berdirinya Manchester City

Siapa sangka Man City berdiri berkat jasa seorang wanita adalah Anna Connell, putri seorang Kepala Gereja St. Marks’s di West Gorton yang mencetuskan ide untuk membentuk sebuah asosiasi yang mendorong para pemuda paroki untuk berolahraga. Anna menganggap dengan berolahraga dapat menyatukan para pemuda dan mengurangi tingkat kejahatan di timur Menchester.

Tahun 1868 sebuah Tim Kriket sudah terbentuk, lalu pada tahun 1975 permainan sepak bola mulai ditambahkan karena waktu itu sepak bola mulai populer di kalangan masyarakat. Akhirnya, para pemain kriket membentuk tim sepak bola di tahun 1880 dengan nama St. Marks (West Gorton) di bawah bimbingan William Beastow dan Anna Connell.

Di tahun 1887, markas tim dipindahkan ke Hyde Road, Ardwick dan perubahan nama klub pun terjadi untuk menyesuaikan dengan letak markas yang baru. Ardwick A.F.C adalah nama yang dipakai untuk menggantikan St. Marks di tahun 1892, Adwick mulai berkompetisi di Divisi 2 Football League, setahun kemudian masalah keuangan membelit klub dan setelah negosiasi akhirnya mereka berganti nama menjadi Manchester City FC.

Klub ini terus berkembang dengan pesat dan pada tahun 1895 Man City sudah memiliki 20.000 orang sebagai pendukung. Para suporter Man City dikenal sebagai pendukung yang antusias dan seringkali menciptakan suasana ramai di Hyde Road dengan membunyikan terompet, kala mendukung jagoan mereka. Terkadang mereka turun ke jalan dengan pakaian mewah sebagai bentuk perayaan kemenangan.

Pertengahan tahun 2007, Man City dibeli oleh Perdana Menteri Thailand, Tahksin Shinawarta. Namun, kepemilikan tersebut tidak bertahan lama akibat kasus korupsi yang menjerat sang perdana menteri. Pada September 2008, seorang anggota kerajaan Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, Sheikh Mansour bin Zayed Al Nahyan membeli Man City. Sheikh Mansour langsung mengeluarkan danan ratusan juta pondsterling untuk membeli pemain-pemain top agar Man City kembali berjaya.

Nyatanya, uang yang digelontorkan Sheikh Mansour membuahkan hasil. Man City mulai memperlihatkan hasil yang menggembirakan. Man City meraih sukses di tahun 2011 dengan lolos ke Liga Champions untuk pertama kalinya dan berhasil memenangkan Piala FA. Puncak keberhasilan The Citizen adalah ketika klub tersebut menjuarai Liga Primer Inggis pada musim 2011-2012.

Lambang Manchester City

Manchester City sudah memiliki dua lambang yang digunakan sejak tahun 1960-an dan mulai tahun 1972-1997. Namun, kedua lambang tersebut tidak digunakan lagi karena tidak memenuhi persyaratan yang diharuskan sebagai merek dagang. Man City juga pernah menggunakan lambang kota Manchester pada kaus tim sebagai simbol kebanggaan dari kota Manchester pada acara-acara besar, misalnya saat City bertanding di final FA.

Lambang Kota Manchester mulai City gunakan pada partai final Piala FA 1926 dan Final Piala FA 1981, di mana di kedua pertandingan itu City meraih posisi runner up. Pada final FA 2011, City kembali menggunakan lambang biasanya, tetapi Lambang Kota Manchester dimasukkan sebagai logo monokrom kecil di bagian belakang kaos pemain.

Suporter Manchester City di Indonesia

Seperti halnya klub-klub besar Inggris lainnya, Man City juga memiliki basis suporter di Indonesia. Nama fansclub City di Indonesia adalah Manchester City Supporter Club Indonesia (MCSCI) yang tersebar di beberapa kota besar di Indonesia, seperti Jakarta dan Semarang. Acara yang paling sering diadakan anggota MCSCI adalah nobar alias nonton bareng ketika City bertanding.

Untuk menjadi anggota MCSCI Anda harus mengikuti tahapan-tahapan tertentu yang sudah ditentukan oleh pengurus fansclub. Tahapan-tahapan tes harus dilalui karena komunitas MCSCI merupakan official brand resmi dari Manchester City yang ada di Inggris. Jika berminat menjadi anggota MCSCI langsung saja datangi basecamp atau kunjungi website resminya.